1. (Source: youjustyou, via asdfghjkllove)

     

  2.  

  3.  

  4.  

  5. READ AND RELATE HERE

    In time, things will fall right in right place :)

    (via asdfghjkllove)

     

  6. rarasekar:

    :D

    (Source: sosuperawesome, via tissar)

     


  7. Right Person Comes at the Right Time

    Like what we always do in life, to start something is kinda hard and have a blur picture, just like what I feel now. I want to write but I don’t know how to start. For several people including me feel that the first impression is really matter and it cannot be changed, just like a writing, once you find uninteresting start up, you’ll not continue your reading. Hope it doesn’t happen to my writing. Thing that may be hamper my writing is that, I feel a lot of things recently, my mind questioning, I have huge elephant in my mind. I don’t know which part should I write.

    This man, my boyfriend, always make me feel comfortable being around him. He knows how to make me feel comfortable, he always trust me and tell me that I am matter for him and he needs me. I like the way he pay attention to every little thing that I do, I like the way he remember every single unimportant thing that he listened from me, and every single thing that happen to me. He always protect me, he doesn’t want something bad happen to me, even if we are far away, he always stare at me, and he smiles, I am not sure if he smiles but I know from his eyes. One day, I found out that he doesn’t like what I like the most, I really love to dance, and I fall in love with myself dancing. Then I realize, that he doesn’t want many eyes watching me, he’s insecure, as simple as that. Then I explain to him, that why I am dancing is not because I want people to watch me, it’s only my way to express myself and release all the negativity. Plus, I am probably will become the most negative person if I didn’t meet him, sometimes his positivity against my way to think and see something, but then I realize that he is able to see something that I cannot spot and vice versa. The most important thing is that he accepts me the way I am, I don’t need to feel insecure to act or say something wrong, because he always come back to me and I always come back to him.

    Right person comes at the right time, God gives us person in our life to become either blessing or lesson, He has purpose for every single person he puts in our life. There is no such thing as a ‘bad timing’ or ‘time does not fit’, if it’s so, then the one who comes when the time doesn’t fit is simply not the right person. Full stop.

     


  8. Memulai sesuatu itu selalu sulit, sama seperti di saat saya memulai tulisan ini, lalu saya ingat kata-kata dia, “Jadi diri sendiri aja..”

    Well ok then, let’s start…

    Saya selalu suka saat saya berada di stasiun, suara pengumuman, musik penunggu kereta datang, suara kuli yang bersautan mencari nafkah.
    Cerita saya dan dia selalu dimulai dan diakhiri untuk dimulai kembali di stasiun. Dia bilang, “Stasiun udah jadi bagian dari cerita kita.”. Cerita saya dan dia, selalu membawa kita ke tempat dan ke sebuah pemikiran yang baru.

    “20 something is an age when we are not sure what we’re gonna do in our life.”

    Kita selalu mempertanyakan semua hal dari yang tidak penting, sampai yang paling penting…… ‘What’s next?’

    “Hidup itu ga ada yang tau, tapi buat apa kita tau, jalanin aja..”

    Tenang saja, itu berbeda dari konsep ’let it flow’, walaupun jalanin aja, tapi kita harus tau tujuan akhir kita kemana karena toh jalannya tetap kita yang tentukan. Seorang teman pernah berkata, “Siapa yang peduli lo jalan mau lewat mana, karena toh pasti bakal ada 1000 jalan, asal lo tau dan memang sampe ke tujuan akhir lo.”
    Kalo kita sambungkan apa kata teman saya ke dalam arti kehidupan, you’ll get what I mean.

    Yesterday has no opportunity, because ‘O’ is an opportunity, and today we have one opportunity when tomorrow we have more than 1 opportunity. Tapi gimana kalo hari ini kita dapet lebih dari satu opportunity? Kita itu sutradara dari kehidupan kita sendiri, bukan sekedar aktornya. Pintu kesempatan itu banyak, tinggal kita mau buka yang mana tergantung kita mau nulis apa di cerita kehidupan kita.

    “Follow your heart, but take your brain with you.”

    Hati tau apa yang kita mau, tapi terkadang hari terlalu ‘excuse’. Itu kenapa otak perlu menentukan jalan mana sebetulnya yang bisa menuntun kita ke tujuan akhir kita yang sebenarnya.

    Diri kita yang sekarang ini adalah apa yang kita alami di masa lalu, semakin sering jatuh maka akan semakin kuat. Toh proses untuk menjadi kuat itu menyakitkan.
    Semua peilaku setiap orang pasti ada alasannya dibalik itu.
    Dulu dia pernah bilang, kalo mau berubah kita harus tau dulu siapa diri kita. Competitive is a good characteristic, but when you define ‘competitive’ wrong, you’ll get lost. Yeah, I lost once.
    Ada pepatah yang bilang kalau seorang lelaki hebat itu pasti ada wanita hebat di belakangnya.
    Saya tidak mau jadi wanita itu.
    Tapi saya mau menjadi wanita yang berjalan di samping lelaki yang hebat itu.

    I am definitely sure that he is a good man, but I don’t want him to be only a good man, I want him to be a great man. I am sure he will, and I am ready to support him as far as I can.
    Dia bilang, kodrat seorang wanita sehebat apapun itu tetep bakalan jadi follower. I agree. But to be a good follower, you have to have value.
    Saya tidak mau menjadi seorang pengikut yang kosong, karena hanya akan membebani. Saya mau menjadi wanita hebat supaya mampu mengikuti dia, saya mau jadi wanita kuat sehingga saya bisa menjadi standar, ambisi, dan motivasi bagi dia, saya mau jadi wanita pintar, karena seorang wanita pintar akan memiliki keturunan yang pintar. I wanna be the part and the reason when he becomes a great man.

    Dia benar pada saat dia bilang yang mahal itu adalah mindset dan attitude, sisanya hanyalah bonus. His thought and his attitude make him beyond sexy in my eyes.

    Menerka masa depan itu selalu menakutkan, menerka hal yang tidak pasti menakutkan bukan? Terkadang ego kita keluar pada saat kita memiliki ekspektasi terhadap masa depan.

    “Hiduplah hari ini, karena masa depan belum datang.”

    Berbicara dengan dia selalu membuat saya berpikir.

    “We have a lot of things to accomplish first in order for us to be together, and what we do now, is to make us closer in the future.”
    ………………..and what I do now, is also in order to become a good follower of him.

    Dia membuat saya berbeda, dia membuat saya menyadari bahwa kehadiran seseorang pasti karena orang tersebut memiliki peran bagi orang lain.
    Peran dia adalah untuk mengingatkan saya untuk menjadi lebih baik, dan peran saya adalah untuk menjadi pendorong kesuksesan dia di masa depan. Kalau mau membuat sebuah bangunan, harus dibangun fondasi yang kuat. Well, ibarat kata bangunan itu adalah keluarga, itu berarti saya dan dia harus jadi fondasi yang kuat kan? Dan ternyata kita memiliki jalan masing-masing untuk menjadi sebuah fondasi yang kuat itu.

    Inti dari tulisan ini cuma satu, saya sayang sama kamu, dan saya mau jadi bagian dari cerita di hidup kamu karena kamu sekarang adalah bagian dalam hidup saya.

    Gilang Wahyu Prawirasani,
    terima kasih telah memberi warna lain di dalam kehidupan saya, dan saya masih ingin memiliki jutaan cerita sama kamu.
    Bahkan ketika sama kamu, saya tidak takut pada pertanyaan “What’s next?”, because whatever it is, I believe that we’ll gonna make it as long as we are together. And I hope you feel the same way.

    I love you, always had always will.

    March, 18th 2013, 1:13 AM
    Herda H Djajasasmita

     


  9. When you see someone you love the most is being hurted by someone whom you love the most too and it involved lots of parties and it distracted your happiness, your spirit lo live, your attitude, and your everything meanwhile those two people didn’t do anything to make it better, one is powerless, but one is too much powerful. The powerless one is asking for help to you but at the same time, you have exactly no idea what to do, and if you do something it will hurt one party when actually you don’t wanna be involved because you are the victim. When you are being put in this kind of situation meanwhile out there you have your own life and you are actually in the middle of choosing right or left, but a high expectation is in your shoulder when you’re still not capable to fulfill those expectation, then this situation is a burden and affect your pshycology.
    Home is something utopia right now, if you say home is the place or person who makes you feel comfortable, then my home is out there.
    Some people said you have to be patient and this situation is your learning to be stronger. Oh yeah, if the process to become stronger is this painful, I’d rather to be forever weak.
    This is too deep, this wound will never healed.
    When you are being put in this kind of situation, you just wanna run to the non-reality, living the happy life but when you come back, you will realize that your life is SUCKS.


    …..this is just too much.

     


  10. Andai Kota itu Lima Langkah

    Dulu saya sering baca kalau jarak bukanlah segalanya dalam sebuah hubungan, saya ngga percaya. Menurut saya sebuah hubungan yang tidak bertatap muka adalah hal yang sia-sia. Saya ngga ngerti sama orang2 yang rela menghabiskan waktu dan materinya hanya untuk mengejar seseorang yg jauh. Buat apa punya seseorang yg harusnya berfungsi banyak tapi ngga bisa setiap saat bertemu? Itu adalah hal2 yg terpikirkan saat saya masih menganggap bahwa sebuah hubungan itu adalah suatu kesenangan, tapi sekarang definisi itu bergeser. Kesenangan itu hanya sebuah bonus dari sebuah hubungan, yang harusnya lebih bernilai adalah bagaimana seseorang ini merubah kita menjadi orang yang lebih baik karena pada saat kita memiliki hubungan dengan seseorang segala sesuatu yang kita kerjakan bisa mempengaruhi saya dan dia. Terkadang saya pengen kalau bisa segampang itu ketemu dia, saya pengen bisa segampang itu dia samperin saya, tapi saya pikir justru nilai dari hubungan ini bertambah karena selalu ada usaha dan pengorbanan di setiap pertemuan. Hubungan ini memberi saya pelajaran kalau saya ngga boleh egois, hubungan ini harus punya tujuan yang dalam prosesnya bisa memberikan perubahan yang lebih baik. Beberapa teman dekat saya bilang bahwa saya berubah, perubahan adalah hal yang saya takutkan, saya takut berubah menjadi bukan diri saya sendiri, tapi mereka bilang saya justru sekarang lebih nyaman dengan diri saya sekarang. Orang-orang bilang bahwa dunia itu sempit, bisa ngga sih kalau dunia lebih sempit lagi.. Kadang saya ngga tahan untuk bisa ketemu tapi disitu justru saya harus bisa kuat dan percaya. Selalu terlintas di pikiran, hubungan ini kedepannya gimana ya.. Bagi saya membicarakan masa depan dalam sebuah hubungan adalah suatu hal yang mengawang-awang, tapi yang penting adalah bagaimana kita menaruh kepercayaan kita pada masa depan. Selalu muncul tanda tanya didalam kepala saya, bagaimana kalau begini bagaimana kalau begitu, hmm semuanya sebetulnya udah ada jalannya, sekarang tinggal kita mau pake cara apa untuk mencapai tujuannya. Kepercayaan dan keyakinan adalah kunci, walaupun kita ngga bisa menjaga secara langsung tapi kita jaga diri kita untuk menjaga satu sama lain. Hidup ini adalah tantangan, dan hubungan ini adalah secuil tantangan dari sisa tantangan yang ada. Seharusnya hubungan ini bisa menjadi penyemangat hidup dan bukan menjadi beban dan itulah fungsinya kita satu sama lain untuk mengingatkan dan menguatkan satu sama lain. Terima kasih kamu udah memberi saya banyak pelajaran sejauh ini, asalkan sama kamu, saya mau belajar lebih. Asalkan sama kamu, saya berusaha untuk terus menjadi lebih kuat. :)

    Herda H Djajasasmita
    15 November 2012

     


  11. Berawal dari Stasiun Kereta, Selalu ada Cerita

    Jam 05.00 di Stasiun Kereta Api Bandung, dingin subuh masih menusuk, tadinya sih mau nunggu di mobil aja pake penghangat karena baju yang aku pake pun ga sanggup untuk menolak dingin. Lima menit nunggu di mobil akhirnya mutusin untuk nunggu di dalem karena ga enak juga kedatangan tamu agung dari Semarang 8 jam perjalanan tapi ditungguin cuman di dalem mobil. Celingak-celinguk ga tau harus nungguin dimana akhirnya pandangan tertumpu pada sebaris kursi, duduklah aku disitu. Dingin, dingin, dan dingin yg terasa tapi ga nutupin seneng yg aku rasain saat itu juga. Pengeras suara mulai aktif ngumumin kedatangan dan keberangkatan kereta, saat itu aku dengar “Jalur 5 dari arah barat, Harina dari Semarang.”. AAAAKKH deg2an banget, saking deg2annya ga sanggup berdiri, jadinya aku putusin untuk terus duduk di kursi itu. 10 menit kemudian, ada yg nelfon ngabarin kalo dia udah sampe di stasiun bandung, aku bilang aku juga udah di stasiun dan ternyata dia ada di lorong sebrang tempat aku duduk. Pas aku udah ada di depan dia, dengan muka capeknya dia bilang “gimana sih kok nungguin di departure? aku kan pengennya disambut disini.”, terus aku baru nyadar kalo aku selama tadi nungguin di keberangkatan…. maaf yah aku bukan anak S&L nya ICX. khekhekhe :D (excuse)

    Pertama kali dia ke Bandung, aku masih ngerasa adaptasi, dia…pacar aku ya? Jujur,  pertama kali dia ke Bandung itu aku masih belom merasa nyaman karena selama ini selalu berhubungan secara virtual dan beda banget rasanya kalo ketemu langsung. Banyak banget hal yang dishare, dari senyum sampe air mata sampe senyum lagi, aku mulai ngerasa aku nyaman sama dia sampe akhirnya harus pisah karena dia harus nganterin ibunya ke bandara besok, tapi aku tau 2 hari setelah itu aku pasti ketemu dia lagi….

    Hmmmm aku bosen banget waktu di salah satu sesi di MBC, aku pengen liat orang itu, dia bilang dia udah deket, tapi kenapa belom sampe juga….. Bosen banget sama sekeliling, trus iseng2 liat2 plenary, dan mata tertuju sama satu orang, dia, ya dia. Seketika aku langsung ngerti, ooohh ini toh rasanya balik lagi kaya anak SMA lagi jatuh cinta, deg2an padahal cuman liat dari jauh, salting bgt rasanya, tapi ga bosen2 liat ke arah orang itu. Aku liat dia, lagi mendekat, aku was2 cari kata2 yang mau aku ucapin ke dia, tapi dia menoleh ke kiri dan bukan menyapa aku. Hufttt aku juga disapa sih akhirnya, cuma ya gitu…deg2an banget gila. Dia seberwibawa itu di dalam plenary, dia pemimpin yang ramah dan hangat, semua membernya sayang sama dia, saat itu juga aku merasa bangga dan aku pengen jadi orang yang terlibat didalam kesuksesan dia juga nantinya. Hari2 di conference itu buat aku sih jadi jauh lebih menyenangkan, walaupun banyak kejadian2 epic bareng dia, ya kepergok jalan ke alfamart lah (hahah alfamart lah), masuk gossip box tapi sok2an pengen ga ketauanlah, sampe keluar dari plenary cuma buat nemenin packing…… huft dia pulang duluan. Lagi2 yang ada di pikiran adalah ‘kapan yah ketemu orang ini lagi…’.

    Sekarang aku jadi rajin peluk ibu, aku bilang ibu, aku kangen orang itu….. Rasanya pengen ketemu setiap hari, tapi 450 KM udah terbentang diantara aku sama orang itu. Sekarang rasanya sering banget liat kalender kapaaaan ketemu ama orang itu lagi…. dan ga disangka2, ternyata dia bakal ke Bandung untuk ketemu keluarganya dalam rangka idul adha. Rasa excited itu muncul lagi.

    Tanggal 27 jam 04.35 aku udah ada di stasiun, kali ini aku ga mau salah tempat nungguin lagi karena belajar dari pengalaman sebelumnya, akhirnya dia dateng lagi2 dengan muka capeknya :’) ga tau harus kemana akhirnya tumpahlah semua cerita didalam mobil. Selalu seperti itu, tawa, tangis, dan tawa lagi. Hari itu bener2 hari yang sangat berharga, aku ketemu keluarga besar dia, dia pun ketemu sama keluarga besar aku. Seneng rasanya bisa kenal sama orang2 terdekat dia, dimana dia bisa jadi dirinya sendiri dan merasa nyaman dan aku juga ngerasa bangga rasanya liat dia berbaur dengan keluarga aku, dan semua orang suka sama dia. :) thanks for that :)

    Ga tau kenapa, aku merasa waktu2 yang aku lewatin sama dia adalah waktu yang sangat sangat berharga, karena kita ga bisa tiap waktu kaya gini, makanya setiap ketemu selalu kita dapet quality time, even itu cuma didalam perjalanan di mobil juga aku anggap sebagai waktu berharga aku sama dia. Hmmmhh seneng banget bisa apa adanya didepan orang dan ketawa lepas. Ada satu temenku bilang “kalo lo ngerasa bodoh atau lemah didepan orang tapi lo susah utk merubah itu, berarti lo lagi jatuh cinta.” Bener juga sih, aku cuma mau keliatan lemah di depan dia doang.. Dan satu lagi quote yang aku suka dari temenku dia bilang “kalo suka sama orang, pasti akan ngebawa kita ke suatu perjalanan yang baru.” kalo aku bisa nambahin, kalo suka sama orang, pasti ngebawa kita ke suatu perjalanan yang baru menuju sebuah jawaban….

    Aku baru sadar, sebetulnya 1 bulan bareng2 sebagai pacar dia udah lumayan banyak menjawab pertanyaan. Dia pernah bilang kalo dia selalu memandang orang terlalu positif, ya emang dia harus begitu, karena aku lebih bisa melihat negatif orang dibanding positifnya. Dia bilang dia orang yang visioner, aku bisa imbangi itu dengan ke-realistisan aku. Dia bilang dia pinter ngomong tapi practicalnya susah, baguslah karena presidenku pernah bilang kalo aku orang yang implementer. Dia bilang dia ga detail dan orangnya general, itu juga karena katanya aku orang yang detail. Dia bisa menutup telingaku dan membuka mataku disaat aku terlalu banyak mendengar apa kata orang. Dia bilang dia manja, tapi itu yang bikin aku lebih dewasa. Dia bisa melihat sisi yang harus aku syukuri pada saat aku terlalu menyalahi keadaan. Aku banyak banget belajar dari dia, dimulai dari belajar menghargai diri sendiri sampai selalu bersyukur sama apa yang kita punya. Ya, hidup harus seimbang, dan terkadang hidup kita bisa seimbang karena adanya kehadiran orang lain yang berharga buat kita.

    Aku ga pernah seterbuka ini sama orang lain, tapi sama dia, aku merasa aman. Dia tau sedetail itu tentang kondisi aku saat ini, dan aku pikir ga ada alasan untuk aku tersenyum saat ini kalo ga ada dia…… Naik motor di jalanan ekstrimlah, deg2an ketemu keluarga, nangis2 sama keadaan, sampe berulang kali muter track 3 di dalam mobil……

    “Denganmu senang hati terasa 
    Bangun dari mimpiku tahu aku tak sendiri
    Matahari pun serasa lebih cerah
    Dengan kecup manismu ku mulai melangkah
    Ku nikmati tiap detikku dengan namamu di hatiku
    Ku rasa bahagia dan hati berbunga-bunga
    Kau buatku tergila-gila, tunduk hati aku setia
    Selayaknya sihir kau buatku terjatuh”

    Aku harap ini bukan kisah sebentar, dia bener, ga ada tuh yang namanya let it flow, semuanya harus ada tujuan. Aku terkadang masih kekanak2an dan berfikiran dangkal, tapi dia bisa tutupi itu semua….. Dia tau kekurangan dan masa lalu aku, dan dia terima itu. Itu adalah hal luar biasa yg pernah orang lain lakuin ke aku. Lagi-lagi sekarang yang ada di pikiran aku ‘Kapan yah bisa ketemu orang ini lagi……’
    Hmmmm, orang itu……

    I adore you, I admire you, I look up to you, and I love you….
    Selamat satu bulanan, Gilang. Perjalanan masih panjang dan kita masih bisa berkembang bareng2. :) 
    Ati-ati yah di kereta, kabarin kalo udah sampe Semarang. :) *hug* 


    Herda H Djajasasmita, 29 Oktober 2012; 22.54.

     

  12. Executive Pilots Team 2012/2013 AIESEC LC Bandung

     

  13.  

  14.  

  15. Baba @fratkocabas. He is the best :) Biz en iyiyiz :D